Ada Cerita di Balik Spanduk Pecel Lamongan yang Ngejreng | Kabar dan Inspirasi old

Ada Cerita di Balik Spanduk Pecel Lamongan yang Ngejreng

merchant account for travel agency corporate travel agency for small business small business travel agency 01 argentina travel agency business travel agency festival travel agency best corporate travel agencies students travel agency direct lodging travel agency travel agency merchant account travel agency accounting software livonia travel agency travel agency southfield mi travel agency crm atnt travel agency in westminster corporate travel agency rankings connections travel agency travel agency insurance top corporate travel agencies largest corporate travel agencies travel agency website design bacc travel agency corporate travel agency travel agency management software travel agency owensboro ky travel agency errors and omissions insurance medical assistant travel agencies cerritos travel agency best accounting software for travel agency travel agency nyc chinatown online travel agency business ja travel agency business travel agencies travel agencies in namibia napa travel agency travel agency business card haleh travel agency pros and cons of travel agency business travel agency online booking engine marketing travel agency vietnamese travel agency houston corporate travel agencies travel agency booking software bon voyage travel agency new tours travel agency brooklyn new york japanese travel agency near me adriatic travel agency travel agency for business happy holidays travel agency top traveling nurse agencies student travel agency uk student travel agencies travel agency san gabriel travel agency platform insurance for travel agencies travel agency franchise opportunities travel agency in dhaka bangladesh travel agencies south africa how to build a travel agency business advertising slogans for travel agency travel nurse agencies reviews travel agency website builder travel agency school online breakaway travel agency top travel nursing agencies 2016 medical tourism travel agencies tours travel agency ms travel agency travel agencies in argentina travel agency bakersfield ca altair travel agency group travel agencies travel agency montreal downtown first class travel agency travel nursing agency travel agency program travel agency courses online travel agency morocco travel agency irvine ca how to get clients for travel agency leisure life travel agency vietnam travel agency how to have a travel agency australia travel agencies williamsburg travel agency travel agency introduction travel agency management system travel agency business model top travel agencies in canada travel agency in bangalore travel tour agency business plan sample travel agencies in colombia accredited travel agency schools ethiopia travel agency in dc pacific travel agency travel agency peru china travel agency near me traveling nurse agency chinese travel agency in dubai

Tak pernah terpikir dalam benak bahwa di balik spanduk pecel lele dan ayam bertulis "khas Lamongan" yang tersebar di berbagai tepi jalan itu ternyata punya cerita tersendiri. 

Spanduk, yang rata-rata berwarna ngejreng dan 'norak' itu faktanya berfungsi bukan hanya penanda dagangan, tapi juga karya seni, bentuk komunikasi non-verbal, hingga identitas sosial dan budaya si pemiliknya. 

Spanduk pecel lele yang khas Lamongan itu pun memiliki kisah lebih dari tiga dekade, mengalami evolusi seni namun masih bertahan dengan identitas kedaerahan yang kental. 

Spanduk ngejreng itu juga menyuarakan kebanggaan akan asal-usul, menarik sesama latar belakang, serta faktor datangnya uang. Kami pun menelusuri soal spanduk tersebut lebih jauh dari gapaian spatula si tukang pecel di wajan penuh minyak. 

Alkisah, menu pecel ayam dan lele baru muncul di Lamongan di akhir dekade '70-an. Sebagai barang dagang, menu ini hit di dekade '80-an. Perkembangan ini membawa dampak lain, yaitu merebaknya spanduk warung pecel yang berfungsi sebagai penutup dan penanda.

Namun uniknya, perkembangan spanduk pecel ini memiliki pola yang khas, yaitu dengan gaya dan pewarnaan yang sama tanpa sengaja. Seolah, masyarakat Lamongan kala itu satu jiwa satu pemikiran.

"Era 1990-an sudah banyak yang punya rasa seni. Ada yang enggak bisa sama sekali sampai bisa, ada yang memang suka gambar. Seperti saya suka gambar sejak sekolah," kata Hartono, salah seorang pembuat spanduk pecel Lamongan sejak 1994.

Hartono sendiri semula pedagang pecel lele yang gantung wajan pada 2008 kala pendapatan dari spanduk pecel ternyata jauh lebih menggiurkan, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Bila bisa dirangkum, spanduk pecel khas Lamongan memiliki ciri menggunakan warna hijau muda, oranye, kuning, dan jambon; nama warung di bagian atas punya tiga gradasi warna: merah, oranye, kuning; ada bordir bingkai di tepi spanduk; dan mutlak punya gambar hewan sesuai menu makanan.

Pun spanduk pecel Lamongan memiliki ciri khas yaitu dilukis. Sebenarnya ada pula spanduk pecel asal Brebes yang sama-sama dilukis, namun bedanya dengan Lamongan adalah mayoritas spanduk Brebes tidak terdapat gambar hewan dan hanya menggunakan warna merah serta biru.

Seiring dengan berjalannya waktu, spanduk pecel ini menyebar ke seluruh Indonesia dan dibuat oleh beragam orang, namun masih memiliki ciri yang sama dan menjadi ikon tersendiri.

"Karena selain untuk pemasaran, spanduk itu juga identitas kami. Kebanyakan yang bisa membuat spanduk lukis juga orang Lamongan. Walau ada pedagang dan penjual yang bukan orang Lamongan," kata Trisno, pembuat spanduk pecel Lamongan lainnya yang sudah menjual dari Aceh hingga Papua.

"Kami ada komunitas di Facebook, namanya Komunitas Spanduk Lukis Lamongan. Sekarang berubah menjadi Komunitas Pecel Lele Lamongan," kata Trisno.

Kesadaran ikon itu juga disadari oleh desainer lini busana Kamengski, Sulaiman Said yang kemudian mengangkatnya menjadi koleksi khusus karyanya. Peminatnya pun banyak.

"Ada yang komentar di Instagram, katanya orang Lamongan harus beli. Ada juga yang nanya kalau orang Lamongan yang beli dapat diskon apa enggak," kata Said mengingat komen di akun instagram @kamengski_stuff.

Walau dianggap telah menjadi ikon tersendiri, akademisi komunikasi visual Universitas Padjadjaran meragukan spanduk tersebut adalah khas dan identitas Lamongan. 

"Saya tidak melihat spanduk itu sebagai kekhasan Lamongan. Spanduk itu diklaim sebagai khas karena mayoritas pedagang adalah orang Lamongan," kata Sandi.

Tapi, Sandi tak menampik bila kemunculan spanduk pecel Lamongan ini menunjukkan kecerdasan budaya dari masyarakat kota di Jawa Timur tersebut. Apalagi nyaris semua pengrajin belajar secara autodidak.

"Itu pengetahuan lokal yang sebenarnya dasar pengetahuan mainstream dalam desain. Pengetahuan mereka dari dulu setara dengan pengetahuan saat ini," kata Sandi.

Di balik lezatnya pecel ayam atau lele Lamongan yang disantap di malam hari, CNNIndonesia.com mengangkat keunikan spanduk pecel ini dalam fokus Makna Ngejreng Spanduk Pecel Lamongan, mengisahkannya dari sudut pandang para pengrajin dan dari berbagai sisi.

Keunikan spanduk pecel Lamongan ini sejatinya adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa seni dan budaya yang tinggi, dan melekat dalam kehidupan sehari-hari dengan sederhana namun penuh makna, seperti kenangan lezatnya pecel lele dan ayam dari Lamongan.

Baca sumber
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==